Berita dan Pengumuman

FSIP UMSurabaya Gelar Kajian Pencerah Ramadhan 1447 H: Meneguhkan Identitas Muslim dalam Membangun Peradaban Global

  • Di Publikasikan Pada: 01 Jul 2026
  • Oleh: Admin FSIP

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan Kajian Pencerah Ramadhan 1447 H pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Auditorium At-Ta'awun Lantai 23 Universitas Muhammadiyah Surabaya dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta sivitas akademika. Kajian ini menjadi salah satu agenda pembinaan spiritual yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadhan sebagai wujud komitmen fakultas dalam mengintegrasikan penguatan nilai-nilai keislaman dengan kehidupan akademik di lingkungan kampus.

Mengangkat tema "Ketangguhan Identitas Muslim dalam Membangun Peradaban Global", kajian ini menghadirkan ruang dialog yang mendorong peserta untuk memahami kembali hakikat identitas seorang Muslim di tengah derasnya arus globalisasi, transformasi digital, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa seorang Muslim dituntut tidak hanya memiliki kompetensi intelektual, tetapi juga keteguhan akidah, akhlak mulia, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari umat Islam. Melalui diskusi yang interaktif, peserta diajak untuk melihat bahwa peradaban Islam telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia, sehingga generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan tradisi keilmuan tersebut melalui inovasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana kajian berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, penyampaian materi, sesi dialog, hingga refleksi bersama mengenai makna Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan keislaman peserta, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara sivitas akademika. Interaksi yang terbangun selama kajian menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian dalam membangun lingkungan kampus yang religius, inklusif, dan saling menguatkan.

Dekan Fakultas Studi Islam dan Peradaban, dr. Thoat Setiawan, M.H.I., menyampaikan bahwa Kajian Pencerah Ramadhan merupakan bagian dari ikhtiar fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat. "Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang mengajarkan keikhlasan, kedisiplinan, kepedulian, dan pengendalian diri. Melalui Kajian Pencerah Ramadhan ini, kami ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu memperkuat spiritualitas sekaligus memperluas wawasan intelektual sivitas akademika. Identitas seorang Muslim harus tercermin dalam integritas, etos kerja, serta kontribusinya bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami berharap seluruh peserta dapat menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi kehidupan," ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk insan yang berkarakter, adaptif, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat. Menurutnya, penguatan identitas keislaman tidak cukup diwujudkan melalui pemahaman teori semata, tetapi harus diimplementasikan dalam sikap, perilaku, budaya akademik, serta pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan-kegiatan pembinaan seperti Kajian Pencerah Ramadhan akan terus menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan di Fakultas Studi Islam dan Peradaban.

Melalui penyelenggaraan Kajian Pencerah Ramadhan 1447 H ini, Fakultas Studi Islam dan Peradaban Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap dapat menumbuhkan semangat belajar, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kualitas spiritual seluruh sivitas akademika. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan peradaban. Dengan semangat Ramadhan, FSIP berkomitmen untuk terus melahirkan generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.